huzaef

huzaef

Jumat, 18 September 2015

Jangan Benci Indonesia!

indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya
indonesia sejak dulu kala
slalu dipuja-puja bangsa....

 lantunan lagu diatas menggambarkan betapa indonesia yang "dulu" adalah indonesia yang penuh peluh keringat dan air mata perjuangan. 17 Agustus kemarin, yang lalu, dan puluhan tahun silam mengoyak hati-hati para pemuda dan segenap bangsa Indonesia. tapi semua seakan hanya menjadi sampul kenangan indah saja. bahkan semboyan gemah ripoh loh jinawi seakan sudah punah musnah dan tak terkenang. wujud dari indonesia sendiri kini seperti sulit didefinisikan. rakyat banyak yang menderita. korupsi dimana-mana, sekolah mahal, sembako mencekik leher, rupiah anjlok, pemerintahan terlihat tak bergerak, sampah dimana-mana, pembangunan meraja lela, gedung semakin tinggi menjulang, gelandangan semakin banyak berserakan, anak-anak yang terlantar dibawah jempatan, berapa banyak hutang lagi yang ingin di gali.... habis kata-kata! itu adalah gambaran yang muncul ketika kita hanya melihat sisi negatif yang dimilki oleh bangsa indonesia. STOP!!! 
hentikan mencibir indonesia wahai bangsa, jika kita mengharapkan adanya kesejahteraan, keadilan, dan juga kemakmuran hendaknya itu dimulai dari kita sebagai  seorang individu warga negara indonesia. mungkin BJ Habibie belum berhasil mendobrak semangat para pemuda menancapkan sikap kemnadirian pada bangsa, tetapi setidaknya beliau memiliki etos kerja dan semangat yang patut dihargai demi menjadikan indonesia lebih baik lagi. baik.baik.baik. baik dalam segala hal. lalu, ketika masyarakat yang awam seakan menganggap indonesia ini hanya menambah-nambah masalah ekonomi, mahasiswa lah yang bergerak! dari tulisan yang diacuhkan pemerintah hingga demo besar-besaran sebagai peringatan bahwa pemerintah sudah cukup untuk tidur dalam keglamoran yang dimiliki untuknya sendiri. jangan salah, para mahasiswa yang demo itu bukan tak ada dasar dan alasan meneriakkan orasi-orasi patriot, bukan tanpa alasan mendatangi istana kepresidenan, bukan tanpa alasan pula, melakukan pembakaran ban ditengah jalan. lihatlah itu adalah ekspresi kegelisahan dan meminta pada pemerintahan untuk segera bangkit dan berdiri , membuka mata hati dan pikiran , menengok kesulitan yang ada dan bergerak untuk memperbaikinya. 
jangan benci Indonesia! Indonesia tak bersalah, wahai masyarakat! bukan Indonesia yang melakukan korupsi,bukan Indonesia yang mengijinkan para investor asing menanamkan modal disini, bukan indonesia yang membayar guru dengan harga murah meriah, bukan pula Indonesia yang membuang sampah hingga menumpuk menjadi gunung, tapi....tapiii... orang-orangnya sodara-sodara. Oknum yang tinggal di Indonesia. jika kita ingin merubah Indonesia mnjadi negara yang disegani bernostalgia beberapa puluhan silam, maka kita sebagai orang Indoensia hendaknya merubah mindset. memrogam kembali mindset kita, bagaiamana Indoensia ini bisa maju, apa akar masalah dari kesulitan permasalahan penduduk indonesia, apa saja potensi yang ada, tentukan Goal, dan mulai bergerak.!!! pemuda,,, pemuda,...pemuda.... !!!!! Let's Move ON!


Rabu, 16 September 2015

Apa arti Ukhuwah bagimu?

Apa Arti Ukhuwah Bagimu?

tatkala kedekatan memberi nuansa luka
tatkala kebaikan bagaikan sebuah goresan
tatkala percakapan seakan menjadi tancapan duri yang menghantam,
lalu apa yang kau inginkan?

ukhuwah yang ku tahu adalah suatu ikatan hati yang tertaut pada keridhoaan terhadapNya. aku ingat saat bertama kali bertemu dengan salah seorang sahabatku dulu di pesantren. aku sungguh tak menyangka bahwa ia akan menjadi satu bagian peran terpenting yang merubah hidupku. layaknya teman-teman yang lain, kami berkenalan, bertegur sapa, hingga akhirnya hanyut dalam percakapan dalam.  seiring berjalannya watu, suatu hari seolah hati tak mau berdekatan yang lain selain dengannya, rasa egois timbul menghantui. aku tak mau ia dekat dengan yang lain. dengan cara aku mendiamkannya. tak berbicara dengannya, tak menegur sapa. sahabtku menghampiriku,"kawan, apa yang salah denganku?" tapi keegoisanku menutup hati dan mulut untuk tidak berkata apa-apa. 1 tahun terlewati. adalah masa yang sulit, dimana aku harus bertahan dengan ambisiku untuk tidak dekat dengannya. semua seakan hilang tiba-tiba. 
baru aku sadari setelah kami beranjak pada tingkat kelas paling akhir. seakan permusuhan itu menjelma menjadi sebuah kenangan lama. entah apa yang membuatnya terhapus begitu saja tapi itu sungguh membuatku jauh lebih baik. aku yakin ini karen Allah menghapusnya untuk kami. 
menyadari waktu akan segera mengakhiri kebersamaan kami, aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. disuatu waktu menjelang ujian akhir tingkat SMK, aku dan teman-temanku berinisiatif mengadakan suatu acara kecil. seperti sebuah renungan. 
ketika itu malam bada isya kami semua berkumpul dimasjid. semua akhwat. dan acara dimulai diawali dengan pembukaan singkat dari ketua angkatan dilanjutkan dengan pesan dan nasehat dari beberapa asatidzah. waktu berlalu begitu cepat. tiba masa dimana kami semua harus mengungangkap isi hati kami. siapa yang memiliki uneg-uneg dipersilahkan untuk mengutarakan. dan tak terasa malalm yang begitu sunyi membuat mata air mengalir. jantung berdetak perlahan dan nafas seakan tertahan. kami semua berdiri. teringat masa ketika kami semua dalam satu genggaman. acara -acara yang kami adakan, agenda -agenda kebersamaan. semua terngiang jelas malam itu. tangan kami saling menggenggam tangan yang lain. dan kata-kata mutiara bak air hujan yang mengguyur bumi terlantunkan..

kawan...kuucapkan terimakasih pada kalian
karena kalian telah menjadi sahabt-sahabatku
maaf jika selama kaki ini melangkah banyak
meninggalkan luka yang tak kusadar
 maaf jika selama kaki ini melangkah 
banyak yang terluka karena goresan lisan
maaf jika aku belum bisa menjadi sahabat yang baik
kita hampir diakhirkan oleh waktu
kebersamaan yang begitu singkat 
membuat aku tak mau menatap wajah kalian
karna,,...
aku tak akan pernah rela jika kita harus berpisah
karna hati tak akan ridho dengan perpisahan yang terlalu indah untuk dikenang ini
tapi..
kita sadari bahwasannya setiap pertemuan pasti ada perpisahan
dan pesanku ... tetaplah kenang ukhwah kita sebagai bingkai perjalananmu kedepan
dijalanNya.

semua mata mengalirkan butiran-butiran airmata kesedihan. bukan ujian yang aku khawatirkan, bukan pula nilai ijazah yang aku takutkan..tapi perpisahan ini yang membuat luka amat dalam.
hingga diujung acara kami pun saling memeluk satu sama lain. dan aku,,,
memeluk erat sahabat perjuanganku itu dengan penuh peluh airmata dibahunya, kukatakan padanya "maafkan aku is, jika aku banya salah.." dengan nada serak pilu kukuatkan untuk tetap berkata. 
dan ia membalasnya. begitu hangat dan dekat.

setahun setelah lulus SMK, kami benar-benar berpisah. hanya hari libur semester ataau lebaran saja aku dapat mengunjunginya. dan benar saja, disini diatas tanah yang sedang aku injak, aku berharap semoga kau selalu dalam lindunganNya. tak banyak yang bisa kuungkapkan dengan kata. hanya sekeping hati dengan doa yang mampu kubaca. terimakasih sahabat, kau telah ajarkan aku apa itu sabar, kau ajarkan aku pula apa itu ikhlas, kau dakwahi aku dengan cara yang nyaman. kau buat aku selalu berharap padaNya untuk segera berjumpa denganmu.  kau mengajariku banyak hal. tentang teman, Cinta, keluarga, dan semuanya. kau selalu baik padaku, tak pernah mempermasalahkan harta.apalagi tentang cinta dunia, terimakasih kawan telah menjadi sahabatku.

Jumat, 13 Maret 2015

membasuh nuktah hitam

Membasuh Nuktah Hitam

            Ternyata dikehidupan yang serba duniawi ini terkadang membuat seseorang menjadi lupa daratan. Lupa dimana ia sedang berdiri mencongkakkan kepalanya dan berjalan dengan menenteng tangan. Lupa apa yang tengah asyik dibicarakannya ternyata mengandung musibah bagi dirinya sendiri. lupa ketika asyik membelanjakan harta, banyak hal yang harus disucikan kembali. Termasuk hati dan lisan.
            Mengapa hati? Teringat akan sabda Rosulullah sallahu’alaihiwasalam yang mengatakan bahwa didalam tubuh seseorang itu ada segumpal daging, jika baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika rusak maka rusaklah seluruh tubuh,ketahuilah itulah hati (mutafaqalaih). Dengan artian bahwa niat yang ada didalam hati itulah yang menentukan baik bauruknya amalan yang akan kita kerjakan. Dan manakala hati telah tertutup oleh nuktah-nuktah hitam, maka tertutup pula cahaya keimanan dalam diri seseorang tersebut. Hati yang penuh dusta, hati yang kering tandus, hati yang dibiarkan terus bermaksiat kepada  Allah hanya menyisakan kotoran-kotoran yang disebut dengan penyakit hati.  Dan apabila penyakit itu terpelihara tanpa ada niatan untuk menyucikannya maka akan mengantarkan seseorang pada Qolbun mayyit. Hati yang mati. Sebagaimana dalam firman Allah subhanahuwata’ala yang artinya “
Allah Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup[21]. dan bagi mereka siksa yang amat berat.”
Dalam tafsir ibn katsir, Qatada menyatakan bahwa Allah telah mengunci hati maksudnya setan telah menguasai dirinya. Tunduk atas keinginan setan, sehingga ia tidak dapat mendengarkan nasihat (kebenaran) dan tidak dapat menerima hidayah disebabkan telah terkuncinya hati.
Lalu bagaiamana dengan lisan? Dari hati yang telah menjadi qalbun mayyit menjadikan lisan sebagai sarana bermaksiat, sebagai jalan melakukan dosa-dosa. Dan diantara dosa yang dilakukan lisan ialah ghibah, fitnah,namimah, mengucapkan kata-kata kotor, membicarakan hal-hal yang tak berfaedah, dan lain sebaginya.
salamatul insan fii hifdzil lisan’  keselamatan manusia ada pada menjaga lisannya. Apabila tidak dijaga, maka lisan tersebut siap mengantarkan pada kebinasaan. Nau’dzubillahimindzalik.
            Jika hati telah ternoda oleh banyaknya nuktah hitam, jika lisan telah kelu dengan ucapan-ucapan kebinasaan, maka istigfar adalah penebusnya. Dengan memperbanyak istigfar, melunakkan hati yang beku, mencairkan hati yang keras, sedikit demi sedikit menjernihkan kembali hati yang kelam. Istigfar atau taubat sendiri menurut Hatim Raja Mahmud Audah dalam bukunya yang berjudul 8 keajaiban istigfar adalah sesuatu yang wajib dilakukan jika mengetahui apa yang dilakukannya adalah sebuah maksiat. Dengan berlandaskan dalil surat annur :31 yang artinya “ dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Karena orang yang bertaqwa ibaratnya seperi berjalan diatas duri-duri, ia akan berhati-hati dalam setiap langkah maupun ucapan. Dan hanya kepada Allah-lah segara urusan dikembalikan. Wallahua’lam.